Warga Ciamis Kurang Percaya Diri; Situasi Sulit, Berat untuk Percepat Pembangunan

Ciamis, Kompas - Direktur Lembaga Swadaya Masyarakat Bina Pandu Mandiri Didi Ruswendi mengatakan, banyak warga Ciamis kurang percaya diri dengan nama Kabupaten Ciamis. Alasannya, mayoritas warga lebih merasa bangga jika disebut warga Galuh, bukan Ciamis.

"Menyandang nama Galuh memiliki kebanggaan tersendiri bagi warga. Selain itu, nama Galuh memiliki makna yang besar dibanding Ciamis," tutur Didi, Minggu (11/6), saat ditanya ber- kaitan dengan hari jadi ke-364 Kabupaten Ciamis yang jatuh Senin (12/6) hari ini.

Buktinya, lanjut Didi, selama ini banyak kelompok warga Ciamis yang berdiam di luar Ciamis tidak menyertakan nama Ciamis dalam nama kelompoknya. Misalnya, persatuan mahasiswa asal Ciamis di Yogyakarta bernama Galuh Rahayu, sementara persatuan warga Ciamis di Jakarta dan Bandung bernama Wargi Galuh.

"Bahkan, stadion di Ciamis saja namanya bukan Stadion Ciamis tetapi Stadion Galuh," Didi menambahkan.

Menurut dia, nama Galuh sudah menjadi ikon yang mempersatukan warga Ciamis saat ini. Nama ini pula melambangkan kebesaran Kerajaan Galuh yang dulu berada di wilayah Ciamis sekarang.

Adapun nama Ciamis sendiri, menurut Didi, sampai hari ini tidak memiliki arti yang jelas. "Jika menurut orang Sunda, Ciamis berarti air yang manis, sedangkan kalau orang Jawa, air yang anyir. Kata Ciamis ini tidak jelas asal usulnya," tutur Didi.

Selama ini, kemajuan di Kabupaten Ciamis belum dirasakan kuat oleh masyarakat. Didi menilai, perubahan nama kabupaten tersebut sangat penting dalam melakukan pembangunan di daerah. Disandangnya lagi nama Galuh bisa menjadi titik tolak kemajuan daerah. Ia menambahkan, "Nama Galuh ini pun bisa menjadi semacam magnet penarik bagi warga Ciamis yang berada di luar tanah kelahirannya untuk ikut membangun daerah asalnya."

Sumber Harian Kompas

Leave a respond

Posting Komentar