Label 1

Headlines News :

Menuliskan Kemalasan

Written By Think First Before act on 30 Desember 2011 | 16:30

Bolehkah kita malas? tentu saja boleh, asalkan bukan malas yang kebablasan. Bermalas-malasan untuk sekedar menghilangkan kepenatan setelah melakukan berbagai rutinitas memang sangat diperlukan agar kita bisa fresh lagi.

Jujur saja, sebenarnya saat ini saya sedang malas menulis, makanya saya memberikan judul “Menuliskan Kemalasan”. Menulis yang tanpa alur, tanpa berpikir panjang, asal tulis, asal ingat, asal-asalan lah pokoknya mah. Terserah penilaian orang lain seperti apa, mungkin terlalu egois juga nih saya. hehe….

Jadi bingung mau nulis apa? apa mungkin karena saya sudah lama ga nulis ya, makanya saya sekarang terjebak dengan kemalasan berpikir, kemalasan menulis, kemalasan mencari ide dan gagasan?

Baru ingat, belum lama ini ada kawan yang mengingatkan saya untuk bersama-sama menyeriusi pembentukan komunitas jurnalis warga. Ide ini sebenarnya sudah lama kita bicarakan, hanya saja karena kesibukan masing-masing, ide ini sempat terbengkalai.

_to be continued_




2nd single TAK RELA-Merpati Band

Written By Mustafid on 30 Januari 2011 | 21:03

MERPATI Band mengeluarkan album perdana “TAK SELAMANYA SELINGKUH ITU INDAH (TSSII)” pada awal tahun 2008. Lewat album tersebut, single pertama” Tak selamanya Selingkuh itu Indah“ dan single kedua “ Bintang Hatiku”, langsung melejit dan menjadi hits. Sampai sekarang, meski sudah lebih dari setahun belum mengeluarkan karya terbaru, tapi masih banyak orang yang men-download RBT lagu lagu di album perdana mereka itu.

Pada Ramadhan tahun 2008, Merpati mengeluarkan single religi berjudul “CARAKU MENSYUKURI”. Sementara, di Ramadhan tahun 2009, band asal Banjarsari, Ciamis Jawa Barat itu kembali memperkenalkan karya single religi mereka yang kedua berjudul “TAUBAT”. Secara keseluruhan, single religi Merpati ini dimasukkan ke dalam “Album Kompilasi Religi NAGASWARA”, yang berisi 12 lagu dari band dan artis-artis NAGASWARA.

Kini, di akhir tahun 2010 ini, MERPATI Band yang berdiri pada 22 Oktober 2002 itu, merilis single terbaru mereka berjudul “Tak Rela”. Yang menarik, tentu saja selama 8 tahun eksis di industry musik Tanah Air, band ini masih mempertahankan formasi awal mereka yakni; Rani (vokal), Andi (vocal/rhytm), Liez (lead guitar) ,Ayuz (bass) dan Boegil (drum). Single ini sendiri, tampaknya sudah cukup lama ditunggu para penggemar mereka yang akrab dengan sapaan “Sayap Sayap Merpati”.

Lirik lagu “Tak Rela” bercerita tentang ketidakrelaan seorang kekasih melihat pasangannya berduaan dengan orang lain. Hal ini begitu mudah terjadi karena rasa sayang yang ada di antara mereka, sering berubah haluan menjadi rasa saling curiga. Bermain dengan lirik-lirik pendek, Andi mengaku terinspirasi dari kisah pribadinya. Untuk video klip single ini, penggarapannya dipercayakan kepada sutradara Eman Pradipta dari Ulet Bulu Production.

Pingin lihat single Tak Rela, Click http://www.youtube.com/watch?v=_HVlytqBw90

Jangan lupa pasang juga lagu Tak Rela-Merpati Band untuk menjadi nada sambung pribadi kamu, caranya:
*Telkomsel : ketik RING ON 5513744 kirim ke 1212

*Indosat : ketik SET 0631001 kirim ke 808

* XL : ketik 10122838 kirim ke 1818

*Tri : ketik RING 5513744 kirim ke 1212

*Esia : ketik RING 5513744 kirim ke 888

*Flexi : ketik RING ON 5513744 kirim ke 1212

*Axis : ketik ON 5513744 kirim ke 333

*Smart : ketik 5513744 kirim ke 2525

*Fren : ketik RINGGO SET 551374400 kirim ke 2525

Lyrics Merpati Band – Tak Rela

Andaikan saja kau mau mengerti
Tentang perasaanku selama ini
Yang tak menginginkan kamu trus merasa
Hati dipenuhi rasa curiga
Coba kau pahami keadaanku
Ku hanya menguji kesabaranmu
Ternyata kau tlah salah menilaiku
Kau tinggalkanku untuk cinta yang baru
Sesungguhnya aku tak rela
Melihat kau dengannya
Sungguh hati terluka
Cukup puas kau buat diriku
Merasakan cemburu
Kembalilah padaku
Bukan ku menarik ulur hatimu
Salahkah jika ku mengharapkanmu
Ku tahu hatimu hanya untukku
Kau bersamanya pelarian semata
Sesungguhnya aku tak rela
Melihat kau dengannya
Sungguh hati terluka
Sesungguhnya aku tak rela
Melihat kau dengannya
Sungguh hati terluka

Single Belum Rilis, Merpati Band Sudah Dibajak

Written By Mustafid on 25 Januari 2011 | 23:53

Kapanlagi.com - Masih ingat lagu Tak Selamanya Selingkuh Itu Indah milik Merpati Band? Ternyata ketenaran lagu tersebut tak seindah yang dibayangkan oleh Rani (vokal), Andi (vokal/gitar), Liez (gitar), Ayuz (bass), dan Boegil (drum), karena lagu mereka sempat masuk dapur para pembajak.

Menurut Andi, pada tahun 2005 saat perjuangan mereka promo indie di radio lokal Tasikmalaya, Ciamis, Garut, Majalengka, Cirebon sempat ternoda oleh ulah para pembajak.

"Awalnya kita indie dulu. Pada tahun 2005, lagu Tak Selamanya Selingkuh Itu Indah, kita promo ke radio-radio lokal dan lagu kita sempat booming di radio. Tapi tak lama terus muncul bajakannya tanpa sepengetahuan kita," ungkap Andi saat di sela-sela launching single Tak Rela di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (21/01).

Grup band yang berdiri pada 22 Oktober 2002 di Banjarsari - Ciamis ini sempat merasakan getahnya akibat ulah para pembajak. CD yang baru akan mereka tawarkan kepada masyarakat sudah beredar luas. Ayuz mengutarakan, pada awalnya ia dan kawan-kawan sempat kaget dan tidak menyangka kalau lagu itu sudah beredar luas tanpa izin tertulis dari management Merpati.

"Awalnya sih kaget, kok kita tanpa sepengetahuan kita muncul lagu bajakan. Saya tahunya dari teman. Dan pas kita cek, memang benar ada di pasar lagu itu. Tapi ada sisi baiknya juga sih, itu pertanda di sisi lain lagu kita bisa diterima, ta

http://musik.kapanlagi.com/berita/single-belum-rilis-merpati-band-sudah-dibajak.html

Belum Ada Penerus Hidayat Suryalaga

Written By Mustafid on 26 Desember 2010 | 08:37



BANDUNG, TRIBUN - Beberapa tokoh Sunda mengatakan hingga sekarang belum terlihat sosok penerus budayawan HR Hidayat Suryalaga yang banyak menggeluti budaya Sunda dan agama Islam.

Hal itu antara lain dikatakan Uu Rukmana dan Tjetje Hidayat Padmadinata dalam sambutannya sebelum almarhum Hidayat dimakamkan, di rumah duka Kompleks Sukaasih V Atas No 2  RT 05/06, Kelurahan Sindangjaya, Kecamatan Mandalajati, Ujungberung, Bandung, Sabtu (25/12).

Wakil Ketua DPRD Jabar yang juga sebagai tokoh Sunda, Uu Rukmana, mengatakan, selama hidupnya, almarhum selalu membuat senang orang-orang di dekatnya. Karya-karyanya juga mampu membuat banyak orang senang. Karenanya, ia berharap ada sosok muda yang mampu meneruskan karya-karyanya.

"Sekarang daya Sunda menilai masih belum ada yang seperti Kang Dayat. Somaga ke depan ada yang meneruskan karya-karya Kang Dayat yang sudah banyak karyanya dan menjadi sebagai guru," kata Uu dalam bahasa Sunda di rumah duka, Sabtu (25/12).

Menurut Tjetje Hidayat, almarhum semasa hidupnya menjadi tempat bertanya soal Sunda purwawiwitan.

Beberapa tokoh yang hadir melayat ke rumah duka antara lain Rektor Unpas Prof Dr Didi Turmuji, Kadisparbud Jabar Herdiwan, Kepala BPLHD Jabar Setiawan Wangsaatmaja, dan Acil Bimbo. (ddh)

Sumber: http://www.tribunjabar.co.id/read/artikel/37580/belum-ada-penerus-hidayat-suryalaga

Sastrawan Sunda Hidayat Suryalaga Wafat

BANDUNG--MICOM: Ranah tatar sunda kehilangan salah satu putra terbaiknya yakni budayawan sekaligus sastrawan sunda HR Hidayat Suryalaga yang tutup usia pada usia 69 tahun di Rumah Sakit Santo Yusuf Bandung pada Sabtu (25/12) dini hari sekitar pukul 00.17 WIB.

"Ayahanda kami telah berpulang dini hari tadi," kata Ritha Suryalaga, salah seorang anaknya, membenarkan. Jenazah dimakamkan di TPU Sukaasih sekitar pukul 12.00 setelah disemayamkan di rumah duka Komplek Sukaasih V Atas Nomor 2, RT 05/06, Kelurahan Sindangjaya, Kecamatan Mandalajati, Ujungberung, Kota Bandung.

Abah Surya (sapaan almarhum HR Hidayat Suryalaga) dikenal sebagi sosok yang sangat peduli dengan dunia sastra dan budaya sunda. Semasa hidupnya, almarhum telah menulis 36 naskah drama dan hampir semuanya sudah dipentaskan, di antaranya Etika sarta Tatakrama pada 1994, Wulang Krama sebanyak lima jilid pada 1994.

Namun salah satu karyanya yang paling dikenal ialah tafsir Nurhidayah Saritilawah Basa Saunda Al Quran (Winangun Pupuh).

Wakil Gubernur Jawa Barat Dede Yusuf menyatakan rasa belasungkawa dan kehilangan atas kepergian almarhum HR Hidayat Suryalaga untuk selama-selamanya. "Tatar sunda kembali kehilangan salah satu putra terbaiknya. Yang jelas, kami dari Pemprov Jawa Barat menyatakan rasa belasungkawa yang sebesar-besar untuk almarhum dan semoga keluarga almarhum diberikan kekuatan," kata Dede Yusuf yang ditemui usai membuka Braga Festival 2010.

Menurut Wagub, rencananya akhir tahun ini Pemprov Jawa Barat melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jabar akan memberikan penghargaan kepada almarhum. "Memang setiap akhir tahun menyambut tahun baru kami selalu memberikan penghargaan kepada para tokoh masyarakat sunda yang telah berkontribusi dalam budaya sunda, salah satunya almarhum," ujarnya. (Ant/OL-5)

Sumber: http://www.mediaindonesia.com/read/2010/12/25/190718/92/14/Sastrawan-Sunda-Hidayat-Suryalaga-Wafat

Budayawan Sunda Hidayat Suryalaga Tutup Usia

foto
Hidayat Suryalaga


TEMPO Interaktif, Bandung - Budayawan Sunda Hidayat Suryalaga, 69 tahun, meninggal dunia di Rumah Sakit Sato Yusuf, Bandung, Sabtu (25/12) dinihari. Almarhum yang biasa disapa Abah Surya itu meninggal karena penyakit liver.

Menurut Rita Suryalaga, ayahnya dilarikan ke rumah sakit Jumat (24/12) sore setelah muntah-muntah. Hidayat langsung dirawat di ruang Intensive Care Unit. “Padahal sebelum itu dalam keadaan sehat, tidak ada keluhan apa-apa,” ujarnya saat dihubungi Tempo di rumah duka, Sabtu (25/12).

Mengidap penyakit itu sejak lama, Hidayat akhirnya meninggal sekitar pukul 00.02 WIB, Sabtu dinihari tadi. Siang ini, kata Rita, almarhum akan dimakamkan di pemakaman umum yang berjarak sekitar 50 meter dari rumah duka di Jalan Sukaasih Atas V nomor 348, Ujungberung, Bandung.

Lulusan Fakultas Sastra Universitas Padjadjaran pada 1986 itu sempat menjadi dosen sastra dan penulis. Beberapa karyanya antara lain 36 judul naskah drama Sunda, seperti Tonggeret Banen (1967) dan Tukang Asahan (1978). Lakon itu pernah dipentaskan Teater Kiwari yang didirikan Abah Surya pada ahun 1975.

Selain naskah drama, ia juga menulis naskah gamelan, puisi, dan sajak sunda, serta membuat buku pelajaran Bahasa Sunda untuk tingkat SMP. Abah Surya pun selama 15 tahun tekun mengerjakan pembacaan arti Al-Qur’an dengan bahasa Sunda.

ANWAR SISWADI

Sumber: http://www.tempointeraktif.com/hg/bandung/2010/12/25/brk,20101225-301467,id.html 

Putra Terbaik Banjarsari Drs. Rd. H. Hidayat Suryalaga Wafat

Jawa Barat dan Negara Kehilangan Pemikir Kasundaan

RETNO HY/"PRLM"
RETNO HY/"PRLM"
Keluarga besar Drs. Rd. H. Hidayat Suryalaga menabur bunga diatas pusaran seniman budayawan dan tokoh sunda yang dimakamkan di TPU Sindangasih tidak jauh dari rumahnya di Komp Sindangasih, RT 05 RW 06, Kel. Sindangjaya, Kec. Mandalajati, Kota Bandung, Sabtu (25/12) siang.
 
BANDUNG, (PRLM).- Kepergian seniman, budayawan dan tokoh Sunda (Jawa Barat), Drs. Rd. H. Hidayat Suryalaga bin Rd. Oesman Sadli, merupakan kehilangan besar tidak hanya bagi Jawa Barat khususnya tetapi juga bagi negara. Selama ini almarhum tidak hanya bertindak sebagai pelaku seni maupun budayawan Sunda, tetapi juga sebagai seorang pemikir masalah sosial budaya, lingkungan, hingga pemerintahan dari sudut pandang Kasundaan.

Demikian dikatakan sejumlah seniman, budayawan dan tokoh masyarakat Jawa Barat yang hadir melayat ke rumah duka di Komp. Sindangasih, Jalan Sindang Asih V RT 05 RW 06, Kel. Sindangjaya, Kec. Mandalajati, Kota Bandung, Sabtu (25/12). “Bukan hanya kita sebagai warga Jawa Barat, negarapun kehilangan seorang tokoh Sunda yang banyak sumbangsih pemikiannya akan Kasundaan,” ujar politikus Tjetje Padmadinata, saat memberikan sambutan.

SelainTjetje Padmadinata, rasa kehilangan juga diungkapkan Us Tiarsa, Uu Rukmana (Wakil Ketua DPRD Jabar), Prof. Dr. H.M. Didi Turmudzi, (Rektor Universitas Pasundan), H.A. Syafei (Sesepuh Paguyuban Pasundan), Kadisparbud Jabar, Ir. H. Herdiwan Iing Suranta, Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD) Jabar, Setiawan Wangsaatmaja, dan warga sekitar.

“Ini merupakan kehilangan bagi masyarakat Sunda, setelah Ayat Rohaedi, Edi S Ekajati, Ema Bratakusumah, kini Kang Hidayat (Hidayat Suryalaga),” ujar Us Tiarsa yang sejak tahun 1963 bersama-sama mendalami masalah Kasundaan dan kini merasa sendiri tidak ada teman untuk berbagi lagi.

Almarhum Drs. Rd. H. Hidayat Suryalaga bin Rd. Oesman Sadli, kelahiran Banjarsari Ciamis, 16 Januari 1941, dipanggil Yang Maha Kuasa pada Sabtu (25/12) sekira pukul 00.17 WIB di RS Santo Yusuf. Almarhum menderita batuk-batuk disertai sakit perut, hingga mengeluarkan darah.

Diantar rekan-rekan, handai taulan dan masyarakat Komp Sindangasih, RT 05 RW 06, Kel. Sindangjaya, Kec. Mandalajati, Kota Bandung, setelah dishalatkan di Mushola Ibrahim, almarhum dikebumikan di TPU Sindangasih yang hanya berjarak sekira 100 meter dari rumahnya. Semoga amal ibadah almarhum diterima disisiNya dan keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan. (A-87/das)***


Judul Asli:  Drs. Rd. H. Hidayat Suryalaga Wafat 

World News

Indonesia's Trusted Online Store

Popular

Followers

Archives

Trending Topic

Random Post

Entertainmet

World News

 
Support : Creating Website | Johny Template | Maskolis | Johny Portal | Johny Magazine | Johny News | Johny Demosite
Copyright © 2011. Mustafid Sawunggalih - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website Inspired Wordpress Hack
Proudly powered by Blogger